Halaman

Rabu, 31 Agustus 2011

Ini sedikit tentang GANJA

Menurut informasi dari dunia maya, ganja memiliki potensi medis dalam pengobatan. Selain untuk meringankan rasa sakit, obat-obatan dari ganja juga digunakan untuk menambah nafsu makan bagi penderita anorexia, dan untuk melawan efek samping kemoterapi pada penderita kanker.
Di dalam tanaman ganja, terdapat suatu zat yang disebut Tetrahydrocannabinol (THC). Sosiolog Universitas Katholik Atma Jaya Jakarta, Irwanto menyatakan THC merupakan salah satu zat yang dapat menghilangkan rasa sakit, misalnya pada penderita glukoma. THC memiliki efek analgesik, yang dalam dosis rendahnya saja bisa bikin “tinggi”. Bila kadar THC diperkaya, bisa menjadi lebih potensial untuk tujuan pengobatan. Selain itu di dalam masyarakat tradisonal, opium, cocaina, dan ganja, dipakai sebagai obat herbal. Di masyarakat Aceh, ganja digunakan sebagai penyedap masakan. Tanaman ganja yang selama ini lekat dengan nilai negatif justru mempunyai lebih banyak nilai positif sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Minggu, 28 Agustus 2011

Kapan Pertama Kali Ganja Digolongkan Sebagai Narkotika?


Di Amerika, RUU tahun 1929 menetapkan dibentuknya 2 ladang narkotik Indian Hempuntuk pengobatan bagi individu yang mengalami adiksi ganja (ketergantungan fisik) atau mengalami kebiasaan menggunakan ganja (ketergantungan psikologis). Di dalam undang-undang inilah pertama kalinya ganja diidentifikasikan sebagai narkotik.
Pemerintah Amerika kemudian meminta laporan resmi mengenai efek ganja kepada dokter Cumming. Laporan dokter Cumming tidak dapat mengidentifikasi perbedaan dari penggunaan ganja secara moderat dan kronik. Namun, kesimpulan dari penelitiannya menyatakan bahwa ganja adalah narkotik dan merupakan suatu kebiasaan bukan adiksi (menyebabkan adiksi psikologis, bukan adiksi fisik).

Sabtu, 27 Agustus 2011

Mengapa Penelitian Ganja Perlu di Indonesia


Penelitian ilmiah terbaru dapat digunakan untuk merubah penggolongan tanaman ganja dalam UU No.35 Thn 2009 tentang Narkotika di Indonesia. Berdasarkan update jurnal ilmiah yang bisa kita peroleh dari lembaga penelitian tinggi di Amerika dan negara-negara di Eropa, maka seharusnya pemerintah sadar bahwa ada bukti terkini yang menjadi tandingan dari referensi ilmiah terdahulu ketika tanaman ganja dimasukkan ke dalam golongan 1 narkotika.
Permasalahan ganja di Indonesia
Indonesia sebagai negara berkembang mengalami masalah yang tidak jauh berbeda dengan negara-negara lain di dunia dalam mengatasi peredaran gelap ganja. Masalah perdagangan gelap ganja sudah lama berlangsung

Pembentukan Sekertariat di Sumatra



LGN terus melebarkan sayap pergerakan, kali ini wilayah provinsi Sumatra menjadi target pembentukan kepengurusan organisasi. Bulan ini aktivis LGN akan segera mengunjungi wilayah tersebut, untuk itu kami dari pengurus pusat LGN Jakarta mengharapkan kerjasama dari teman-teman pendukung legalisasi pemanfaatan tanaman ganja di wilayah Sumatra Utara, Kepri, Riau, dan Sumatra Selatan untuk segera mempersiapkan diri dalam proses pembentukan kepengurusan organisasi LGN didaerahnya masing-masing.

Jadwal kunjungan LGN ke Sumatra :

Sumatera Utara : 22 – 24 Agustus 2011 (Medan)
 Kepri : 14 – 16 September 2011 (Batam)
 Riau : 28 – 30 September 2011 (Pekan Baru)
 Sumatera Selatan : 4 – 6 Oktober 2011 (Palembang)

Sejarah Ganja


Referensi mengenai tanaman ganja (cannabis) tercatat dalam naskah Cina sejak awal 2700 SM. Penjelajah Eropa pertama kali memperkenalkan ganja ke dunia pada tahun 1545. Tanaman ini dianggap sangat bermanfaat oleh pemerintah kolonial Jamestown awal tahun 1607 dan mulai dibudidayakan. Di Virginia, petani didenda karena tidak mau menanam ganja. Pada tahun 1617 ganja mulai diperkenalkan ke Inggris. Dari abad ketujuh belas hingga ke pertengahan abad kedua puluh ganja dianggap sebagai obat rumah tangga yang berguna untuk mengobati penyakit seperti sakit kepala, kram menstruasi, dan sakit gigi. Dari tahun 1913-1938 jenis ganja yang lebih kuat dibudidayakan oleh perusahaan-perusahaan obat Amerika untuk digunakan dalam produk obat mereka. Ganja jenis