Register, Log In And Posting in Here
http://www.legalisasiganja.com/DLG/forum/dlg-medan
Jumat, 18 November 2011
Rabu, 16 November 2011
Outdoor Diskusi
Salam Damai untuk semua Legalizer di penjuru Nusantara.
Kegiatan ini di adakan untuk mempererat silahturahmi sesame Legalizer yang ada di medan sekitarnya yang di lakukan di alam terbuka. Bukan hanya sekedan perkenalan antara Legalizer yang ada di medan, kegiatan ini juga mengusung diskusi apa Visi dan Misi LGN, juga akan di adakannya kegiatan peduli hutan, kegiatan peduli Hutan ini di lakukan dengan cara memunguti sampah yang ada di dalam Hutan sabagai bentuk kepedulian terhadap alam, Ada juga kegiatan yang kami lakukan adalah membagikan 100 Brosur tentang Visi dan Misi LGN dan juga beberapa Fakta positif tentang Ganja. Pembagian brosur dilakukan untuk
Kegiatan ini di adakan untuk mempererat silahturahmi sesame Legalizer yang ada di medan sekitarnya yang di lakukan di alam terbuka. Bukan hanya sekedan perkenalan antara Legalizer yang ada di medan, kegiatan ini juga mengusung diskusi apa Visi dan Misi LGN, juga akan di adakannya kegiatan peduli hutan, kegiatan peduli Hutan ini di lakukan dengan cara memunguti sampah yang ada di dalam Hutan sabagai bentuk kepedulian terhadap alam, Ada juga kegiatan yang kami lakukan adalah membagikan 100 Brosur tentang Visi dan Misi LGN dan juga beberapa Fakta positif tentang Ganja. Pembagian brosur dilakukan untuk Senin, 07 November 2011
10 Kebenaran yang mengejutkan mengenai Ganja Medis
1. Kesehatan profesional sedang dalam mendukung mariyuana medis.
Dalam
sebuah survei dari Medscape, sebuah komunitas online untuk dokter dan
perawat, ditemukan bahwa tiga dari empat dokter dan perawat sembilan
dari 10 mendukung decriminalization marijuana untuk penggunaan medis.
2. Mayoritas mariyuana medis resep adalah untuk kondisi yang mengancam hidup.
Banyak
orang berpikir gerakan mariyuana medis alasan untuk stoners untuk
mendapatkan gulma hukum, tetapi menurut Los Angeles ganja Resource
Center, 90% dari MMJ resep untuk AIDS atau kanker.
3. Ganja memiliki efek neurochemical pada rasa sakit.
National
Institute of Mental Health studi menunjukkan bahwa alih-alih hanya
“santai” pasien sakit atau “memabukkan” mereka, bahan psikoaktif dalam
ganja menekan transmisi sinyal rasa sakit di otak.
Rabu, 19 Oktober 2011
Rabu, 28 September 2011
"Aku Lepas dari Lingkaran Kematian Semenjak ku Kenal Sebuah Kedamaian Yang Dihadirkannya."
Ini adalah sebuah cerita singkat dari salah satu teman kita, Dia ingin agar identitas dirinya di rahasiakan. Sebut saja namanya Al, Al pernah sedikit bercerita kepada saya, dia mulai mengenal Lingkar Ganja Nusantara yang saat ini dalam upaya penetapan agar menjadi Sekertariat di Medan ( LGN Medan ) dari temannya di salah satu tongkrongan. Al langsung mencoba untuk berkomunikasi dengan saya dengan cara mengirim sebuah pesan di jejaring sosial Facebook ( FB ). Tanpa berlama-lama lagi kami langsung menjalin pertemanan di FB, Banyak pertanyaan yang di berikan Al kepada saya, dari mulai apa itu LGN, Visi dan Misi LGN, Sejak kapan saya tau LGN, Mulai kapan LGN itu ada di Medan ( LGN Medan ) dan masih banyak yang lainnya. Saya mencoba menjawab semua pertanyaan yang di ajukan Al kepada saya, rasa ingin tau Al tentang LGN ini membuat saya semakin bersemangat untuk menjawab pertanyaannya.
Senin, 26 September 2011
Sebuah Studi Yang Dilakukan Oleh Harvard University
Percaya
atau tidak, sebuah studi yang dirilis Harvard pada tanggal 17 April
2007 menunjukkan bahwa bahan aktif dalam ganja yaitu THC ( yang juga di kenal delta-9- tetrahydrocannabinol ). Pemotongan
pertumbuhan tumor pada kanker paru-paru umum di setengah dan secara
signifikan mengurangi kemampuan kanker menyebar!
Para peneliti di Harvard menguji THC kimia di kedua laboratorium dan studi tikus. Mereka mengatakan ini adalah set pertama percobaan untuk menunjukkan bahwa senyawa tersebut ( THC ) benar-benar alami di produksi mengaktifkan reseptor untuk melawan kangker paru-paru. Para
peneliti menyarankan bahwa THC atau agen desainer lain yang mengaktifkan
reseptor ini dapat digunakan dalam mode dan ditargetkan untuk mengobati
kanker paru-paru.
Meskipun
pengganti medis THC, yang dikenal sebagai Marinol, telah digunakan
sebagai perangsang nafsu makan bagi pasien kanker dan perawatan serupa
lainnya, beberapa studi telah menunjukkan bahwa THC mungkin memiliki
aktivitas anti-tumor.
Senin, 12 September 2011
Salah satu manfaat medis marijuana
Pendekatan paling manusiawi dan hanya untuk membantu orang sakit mengharuskan kami terus ketersediaan ganja medis. Bukti pendukung ganja medis untuk kehilangan nafsu makan, glaukoma, mual, muntah, kejang-kejang, nyeri, dan penurunan berat badan cukup mengesankan. Bukti untuk digunakan untuk artritis, distonia, insomnia, kejang, dan sindrom Tourette juga sangat menjanjikan.
Penentang ganja medis menyebutkan bahwa obat lain yang tersedia untuk masing-masing gangguan. Namun demikian, orang-orang berbeda. Kami memiliki beberapa perawatan untuk hampir setiap masalah manusia. Beberapa pasien tidak merespon dengan baik terhadap obat lain dan perlu mariyuana medis untuk
Rabu, 31 Agustus 2011
Ini sedikit tentang GANJA
Menurut informasi dari dunia maya, ganja memiliki potensi medis dalam pengobatan. Selain untuk meringankan rasa sakit, obat-obatan dari ganja juga digunakan untuk menambah nafsu makan bagi penderita anorexia, dan untuk melawan efek samping kemoterapi pada penderita kanker.
Di dalam tanaman ganja, terdapat suatu zat yang disebut Tetrahydrocannabinol (THC). Sosiolog Universitas Katholik Atma Jaya Jakarta, Irwanto menyatakan THC merupakan salah satu zat yang dapat menghilangkan rasa sakit, misalnya pada penderita glukoma. THC memiliki efek analgesik, yang dalam dosis rendahnya saja bisa bikin “tinggi”. Bila kadar THC diperkaya, bisa menjadi lebih potensial untuk tujuan pengobatan. Selain itu di dalam masyarakat tradisonal, opium, cocaina, dan ganja, dipakai sebagai obat herbal. Di masyarakat Aceh, ganja digunakan sebagai penyedap masakan. Tanaman ganja yang selama ini lekat dengan nilai negatif justru mempunyai lebih banyak nilai positif sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Di dalam tanaman ganja, terdapat suatu zat yang disebut Tetrahydrocannabinol (THC). Sosiolog Universitas Katholik Atma Jaya Jakarta, Irwanto menyatakan THC merupakan salah satu zat yang dapat menghilangkan rasa sakit, misalnya pada penderita glukoma. THC memiliki efek analgesik, yang dalam dosis rendahnya saja bisa bikin “tinggi”. Bila kadar THC diperkaya, bisa menjadi lebih potensial untuk tujuan pengobatan. Selain itu di dalam masyarakat tradisonal, opium, cocaina, dan ganja, dipakai sebagai obat herbal. Di masyarakat Aceh, ganja digunakan sebagai penyedap masakan. Tanaman ganja yang selama ini lekat dengan nilai negatif justru mempunyai lebih banyak nilai positif sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Minggu, 28 Agustus 2011
Kapan Pertama Kali Ganja Digolongkan Sebagai Narkotika?
Di Amerika, RUU tahun 1929 menetapkan dibentuknya 2 ladang narkotik Indian Hempuntuk pengobatan bagi individu yang mengalami adiksi ganja (ketergantungan fisik) atau mengalami kebiasaan menggunakan ganja (ketergantungan psikologis). Di dalam undang-undang inilah pertama kalinya ganja diidentifikasikan sebagai narkotik.
Pemerintah Amerika kemudian meminta laporan resmi mengenai efek ganja kepada dokter Cumming. Laporan dokter Cumming tidak dapat mengidentifikasi perbedaan dari penggunaan ganja secara moderat dan kronik. Namun, kesimpulan dari penelitiannya menyatakan bahwa ganja adalah narkotik dan merupakan suatu kebiasaan bukan adiksi (menyebabkan adiksi psikologis, bukan adiksi fisik).
Sabtu, 27 Agustus 2011
Mengapa Penelitian Ganja Perlu di Indonesia
Penelitian ilmiah terbaru dapat digunakan untuk merubah penggolongan tanaman ganja dalam UU No.35 Thn 2009 tentang Narkotika di Indonesia. Berdasarkan update jurnal ilmiah yang bisa kita peroleh dari lembaga penelitian tinggi di Amerika dan negara-negara di Eropa, maka seharusnya pemerintah sadar bahwa ada bukti terkini yang menjadi tandingan dari referensi ilmiah terdahulu ketika tanaman ganja dimasukkan ke dalam golongan 1 narkotika.
Permasalahan ganja di Indonesia
Indonesia sebagai negara berkembang mengalami masalah yang tidak jauh berbeda dengan negara-negara lain di dunia dalam mengatasi peredaran gelap ganja. Masalah perdagangan gelap ganja sudah lama berlangsung
Indonesia sebagai negara berkembang mengalami masalah yang tidak jauh berbeda dengan negara-negara lain di dunia dalam mengatasi peredaran gelap ganja. Masalah perdagangan gelap ganja sudah lama berlangsung
Pembentukan Sekertariat di Sumatra
LGN terus melebarkan sayap pergerakan, kali ini wilayah provinsi Sumatra menjadi target pembentukan kepengurusan organisasi. Bulan ini aktivis LGN akan segera mengunjungi wilayah tersebut, untuk itu kami dari pengurus pusat LGN Jakarta mengharapkan kerjasama dari teman-teman pendukung legalisasi pemanfaatan tanaman ganja di wilayah Sumatra Utara, Kepri, Riau, dan Sumatra Selatan untuk segera mempersiapkan diri dalam proses pembentukan kepengurusan organisasi LGN didaerahnya masing-masing.
Jadwal kunjungan LGN ke Sumatra :
Sumatera Utara : 22 – 24 Agustus 2011 (Medan)
Kepri : 14 – 16 September 2011 (Batam)
Riau : 28 – 30 September 2011 (Pekan Baru)
Sumatera Selatan : 4 – 6 Oktober 2011 (Palembang)
Sejarah Ganja
Referensi mengenai tanaman ganja (cannabis) tercatat dalam naskah Cina sejak awal 2700 SM. Penjelajah Eropa pertama kali memperkenalkan ganja ke dunia pada tahun 1545. Tanaman ini dianggap sangat bermanfaat oleh pemerintah kolonial Jamestown awal tahun 1607 dan mulai dibudidayakan. Di Virginia, petani didenda karena tidak mau menanam ganja. Pada tahun 1617 ganja mulai diperkenalkan ke Inggris. Dari abad ketujuh belas hingga ke pertengahan abad kedua puluh ganja dianggap sebagai obat rumah tangga yang berguna untuk mengobati penyakit seperti sakit kepala, kram menstruasi, dan sakit gigi. Dari tahun 1913-1938 jenis ganja yang lebih kuat dibudidayakan oleh perusahaan-perusahaan obat Amerika untuk digunakan dalam produk obat mereka. Ganja jenis
Langganan:
Postingan (Atom)







